KETIKA MEREKA SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku……
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
  • Ketika aku berulang-ulang berbicara tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,
  • bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
  • Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
  • Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
 Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkan anda dengan kedukaan yang mendalam.

semua pasti akan tercapai pada waktunya

Assalamualaikum semuanya.


Engga tau mulai cerita ini darimana, tapi aku sangat bersyukur sekali apa yang aku inginkan semuanya terwujud berkat doa kedua orang tua aku dan usaha aku.
Masih ingat cerita “HIDUP DALAM BEKERJA” yang aku tulis di wordpress ini ??
Kenapa ceritaku ada kaitannya dengan cerita tersebut. Karena didalam cerita tersebut setelah lulus SMA aku langsung bekerja dan ditengah perjalanan bekerja aku masih bimbang harus melanjutkan kuliah dimana. Apa harus tetap melanjutkan di keperawatan yang aku inginkan dari dulu tapi itu mustahil sekali. Apa harus melanjutkan kuliah ambil jurusan hukum sambil bekerja. Itulah kurang lebih selama 1th aku memikirkan kelanjutan aku kedepannya.
Suatu hari aku masih tetap mencari informasi sekolah poltkkes Jakarta 3. Tau kan poltekkes itu sekolahan negeri dan fakultas keperawatan yang aku inginkan ada di sana + biaya persemester lebih murah sekali dari pada swasta. setiap hari aku selalu buka web resminya terus, dan poltekkes membuka jalur tulis. Awalnya aku ikut jalur tulis Cuma iseng saja. Pilihanku yang pertama bukan keperawatan melainkan analis kesehatan  dan pilihan kedua baru keperawatan.
Dua hari sebelum tes tulis dilaksanakan, aku berfikir kalau tidak diterima bagaimana? Dan kalau diterima bagaimana juga?. Sempat aku tidak ingin mengikuti tes jalur tulis, tapi orangtuaku melarangnya untuk tidak ikut tes jalur tulis. Akhirnya dengan bekal pelajaran yang masih teringat dipikiranku saja, aku mengikuti tes tersebut. Ketika tes tersebut memang soal tidak terlalu sulit, tetapi aku mengisi hampir setengah dari keseluruhan aku tidak bias menjawabnya. Akhirnya aku mengisinya dengan logika dan asal-asalan. Supaya aku tidak diterima dan tidak mau merepotkan keluargaku dalam biaya.
Tepat tanggal 30 juni 2015, pengumuman jalur tulis di umumkan. Dengan rasa percaya diriku “ah, engga bakal keterima ini”. Dan akhirnya “Alhamdulillah aku keterima, walaupun cadangan urutan ke-26”. Aku masih bingung dengan pengumuman ini, “masa iya aku keterima dijurusan yang aku inginkan sejak dahulu yaitu keperawatan”. Tapi, aku masih di PHP-in karena lulusan cadangan belum tentu lolos ke lulusan utama kecuali lulusan utama ada yang mengundurkan diri. Dengan keyakinanku, aku harus tetap ikut tahap selanjutnya yaitu tes kesehatan, psikotes, wawancara. Soalnya temanku ada yang diterima sebagai lulusan cadangan tapi diterima jadi lulusan utama. Kalau misalkan aku tidak diterima hingga tahap akhir, aku tidak kecewa soalnya ini uang aku. Dengan ragu-ragu aku ikut tes selanjutnya.
Tanggal 27 juli 2015, ada pengumuman lagi. “Alhamdulillah aku sudah diposisi 5 lulusan cadangan”. Tidak tau kenapa aku begitu yakin aku diterima. Dan tanggal 03 Agustus 2015, aku mendapatkan telepon dari poltekkes bahwa aku diterima. “Alhamdulillah Ya ALLAH” aku tetap masih bingung, engga percaya dan perasaan lain-lainnya. Bahkan sampai saat ini. Aku masih tetap bersyukur kepada ALLAH SWT.
Setiap aku berdoa “kalau Engkau mengijinkan, meridhoi lancarkanlah dalam biaya semesterannya, sekolahnya dan tahap selanjutnya” itulah doaku selama ini.
Memang kuasa ALLAH SWT memang dahsyat sekali. Ini yang aku rasakan sampai sekarang :
* biaya semesteranku sangat lancar, bahkan untuk semester selanjutnya sudah dipersiapkan dan biaya semester dua kemungkinan tidak ada.
Bahkan kedua orangtuaku juga tidak percaya bahwa anaknya bisa diterima di sekolah keperawatan negeri. Mama ku selalu menginginkan anaknya bisa menjadi perawat, ketika ada anak pakai seragam perawat didalam hati mama ku “kapan ya anakku bisa seperti dia menjadi perawat”. Itulah perasaan mama ku dulu, dan akhirnya sekarang terjawab semua.
*Alhamdullilah aku sangat bersyukur sekali kepada ALLAH SWT doa ku selama ini terwujud semua.
*Aku menulis pengalamanku untuk kalian pembaca wordpressku. Agar kalian tidak pernah putus asa.
Pesan :
# ketika kita inginkan, haruslah diperjuangkan dengan doa, membantu orangtua, sedekah, berusaha dan baik kepada semua orang
# yakin dan percayalah pertolongan ALLAH SWT pasti ada, ALLAH SWT tidak pernah tidur, ALLAH selalu melihat kita berusaha dan ALLAH pasti beri yang terbaik kepada hambanya.
# Jangan pernah putus asa. Bangkitlah dari keterpurukanmu. Walaupun gagal cobalah lagi.
# Kegagalan tidak ada dua kali.
Beribadah kepada ALLAH SWT untuk menjalankan kewajiban, bukan untuk ada mau nya saja.
wassalamualaikum.

berubah ketika menjadi sukses

rata-rata semua orang pasti pernah mengalami sombong, lupa daratan, kacang lupa kulitnya dll.
Ani hidup di keluarga yang serba kekurangan dalam ekonominya. ibunya hanya seorang pegawai swasta yang berpenghasilan sangat cukup untuk hidup di kota besar Jakarta dan ayahnya seorang pegawai swasta yang berpenghasilan tidak seimbang apa yang dikerjakannya.
suatu hari ayahnya memutuskan untuk berhenti bekerja dikarenakan sudah tua dan tidak sanggup lagi bekerja dengan penghasilan yang sangat minim. dengan kesal ani marah kepada ayahnya.
“kenapa ayahnya berhenti bekerja?”
“lalu hidup keluargaku selanjutnya bagaimana? “
“apa ayah tidak kasihan dengan ibu yang harus bekerja sendiri demi keluarganya?”
itulah pertanyaan ani yang ingin ani tanyakan kepada ayahnya, tapi ani takut untuk bertanya. ani sangat takut kepada ayahnya karena ayahnya sangat keras. bahkan ia masih trauma dengan kejadian yang dialaminya pada saat kecil yang selalu dipukul oleh ayahnya. ayah ani sangat keras karena waktu kecilnya pernah diperlakukan seperti itu oleh orangtuanya dan keadaan ekonominya.
akhirnya ani bekerja keras untuk membiayai hidup keluarganya. dengan nekadnya ia berbicara “saya harus bisa merubah hidup keluarga saya”. dikit demi sedikit uang ani sudah terkumpul untuk biaya sekolahnya. ani bekerja sambil sekolah.
waktu pun terus berjalan, ani menjadi orang sukses. apa yang ia inginkan sudah terwujud, salah satunya yaitu membeli rumah untuk orangtuanya. tapi dengan waktu berjalan, sifat ani pun berubah menjadi pemarah, menyuruh orangtuanya seperti pembantu, bahkan ia sudah mulai lalai dalam menjalankan sholat 5 waktu.
di dalam pikirannya adalah :
” saya kan sudah bisa membelikan semuanya jadi apa yang saya suruh harus jalan dong”
“saya sudah bisa beli semuanya apa yang di inginkan oleh orangtua”
“saya sudah bekerja, jadi setiap saya pulang sudah rapih ya”
bahkan ani sering menyuruh dan marah-marah kepada ayahnya. mungkin ani masih kesal dengan prilaku ayahnya dulu dan sekarang tidak bekerja. tapi, ayahnya ani sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. walaupun ayahnya ani udah menjadi lebih baik, tetap saja ani masih kesal.
ibu dan ayahnya ani sangat sedih ketika anaknya berubah menjadi angkuh, pemarah bahkan nantinya akan mengungkit apa yang ani berikan kepadanya. orangtuanya hanya bisa berdoa untuk anaknya supaya diketuk hatinya untuk menjadi manusia yang lebih baik dan tidak sombong.
*mungkin ani sangat marah kepada ayahnya yang dahulu kasar kepadanya, tidak bekerja mencari nafkah untuk keluarganya dan hanya ibu nya saja yang harus mencari nafkah seorang diri*
*separah apapun sejahat apapun orangtua kita, tetap mereka orangtua kita.*
*janganlah kita membencinya karena masa lalu. janganlah kita meniru kelakuan orangtua kita dimasa lalu.*
*engga ada orangtua yang jahat kepada anaknya. engga ada orangtua yang tidak peduli anaknya. engga ada orangtua memberi contoh yang tidak baik kepada anaknya*
*walaupun orangtua kita salah, janganlah menghakiminya. kita sebagai anak harus memberi ketukan hati kepada orangtua. kita sebagai anak harus bisa mengambil yang positifnya saja*
*didalam agama yang kita yakini juga harus berbakti kepada orangtua, walaupun orangtua tidak ingin kita disamping mereka*

==>>@

hidup dalam bekerja part 2 ( lanjuttan akhir )

mencari pekerjaan tidak mudah seperti masuk sekolah, harus butuh perjuangan. aku mencari di internet lowongan pekerjaan untuk lulusan sma. aku mengirim email ke pt – pt, aku teleponin ke semua kantor notaris. itu semua butuh 2bulan untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

akhirnya aku diterima disalah satu kantor notaris dekat rumah. aku mulai bekerja setelah liburan lebaran tahun lalu. pertama aku masuk kerja, aku melihat suasana dikantor tersebut. ya, suasana yang tidak nyaman dengan diriku, orang-orangnya juga tidak enak. hanya 2hari aku bekerja, aku tudak betah dengan suasana seperti itu, akhirnya aku memilih keluar. dengan keputusan yang aku buat, orangtuaku tidak setuju, tapi kakakku sangat setuju. tapi, aku orang yang termasuk tidak betah dengan kondisi dikantor itu.

mau tidak mau aku harus mencari lowongan kerja, setiap hari aku masukkin lamaran disetiap kantor notaris, rumah sakit selama seminggu. siapa yang mengantarkanku keliling, bapakku yang selama ini mengantarkanku. kenapa? karena bapakku harus tau kalau aku bekerja dimana, harus tau diwilayah mana. bukannya aku anak manja atau apa, tapi seperti itu bapakku harus tau apa yang aku lakukan. bagi kalian pasti risih kalau bapaknya mengantarkan kalian kemana-mana, tapi aku tidak dong, aku bangga dengan bapakku.

selama seminggu aku masukkin lamaran, tapi belum ada jawaban disetiap kantor yang aku masukkin. aku sempat putus asa. didalam pikirannku “bekerja apa saja yang penting aku bisa kerja”. akhirnya aku masukkin email ke apotik, aku harus mengikuti tes. tapi tetap saja tidak ada jawaban. hampir sebulan aku tetap mencari info lowongan kerja, sampai aku capek. disaat aku capek, ada telepon dari kantor notaris yang aku masukkin lamaran. akhinya….. sangking kebanyakan aku masukkin lamaran aku sempat lupa itu diwilayah mana. untung saja aku mencatatnya. kantor notaris dekat dengan rumahku, hanya 15menit.

kenapa aku memilih bekerja di kantor notaris?

bekerja dikantor dengan jam kerjannya sudah pasti, tidak ada lembur, minggu pasti libur, bekerja tidak ada shift. dan pasti aku bisa bekerja sambil sekolah.

kenapa aku pilih bekerja di bekasi?

karena waktunya tidak terbuang untuk perjalanan, gajinya pasti utuh, memang dengan penghasilan yang tidak seberapa. kalau aku kerja di jakarta pasti penghasilannya habis dengan transportasi, dan harus berangkat jam 5 pulang jam 8malam.

sampai saat ini, ditahun 2015 aku masih bekerja di kantor notaris tersebut. yang aku pikirkan saat ini adalah kapan aku bisa menanjutkkan sekolah lagi, seperti teman-temanku.

apakah aku harus tetap mengejar cita-citaku menjadi perawat, tapi tidak bisa bekerja lagi? sedangkan setelah lulus menjadi perawat pasti akan mencari pekerjaan lagi. dan belum tentu suasananya sehati denganku.

apakah aku harus belok mencari jurusan lain, tapi tetap bekerja? dan aku masih bisa membantu perekonomian keluargaku?

itulah yang masih saat ini aku pikirkan,…

akhirnya aku mengambil keputusan, aku harus belok mencari jurusan lain tapi tetap bekerja. aku memilih jurusan hukum. tapi dalam hatiku aku masih tetap ingin menjadi akper.. aku juga tidak tau harus bagaimana….

Kutipan

hidup dalam bekerja part 2 (akhir)

ini lanjuttan dari part 1

semua orang pasti sama denganku, galau, setres dll setelah lulus sma harus bagaimana melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi atau stak di lulusan sma dan mencari pekerjaan.

ya…. itu yang aku alami setelah aku lulus sma. semenjak aku duduk di bangku kelas 3 sma, aku sudah sibuk mencari perguruan tinggi, beasiswa bidik misi. aku mengikuti jalur snmptn, bidik misi ugm, pmdp poltekkes jakarta itu semua gagal begitu saja. aku sempat berfikir kenapa aku tidak bisa diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolah? kenapa orang dengan nilai pas-pas’an bisa melanjutkan sekolah? sedangkan aku selalu dapat peringkat di sma tidak bisa merasakan sekolah lagi…. padahal aku sudah berusaha menabung untuk melanjutkan sekolah….

itulah yang selalu aku tanya-tanyakan didalam pikiranku. memang hidup ini tidak adil !!! ketika seorang anak yang berprestasi tidak bisa melanjutkan sekolah, sedangkan seorang anak yang selama disekolah hanya datang duduk pulang tidak mendapatkan prestasi bisa melanjutkan sekolah…

ya….. itu semua karena uang, kita hidup harus ada uang, kita sekolah harus ada uang, bahkan kepintaran bisa dibeli dengan uang..

semenjak aku gagal untuk melanjutkan sekolah, aku harus pindah ke bekasi, ke rumahku diwaktu kecil dan tidak bisa ikut perpisahan di sekolah dengan teman-temanku. kenapa aku tidak ikut perpisahan? kembali lagi karena biaya. padahal diwaktu itu aku bisa membayarnya tapi aku berfikir, kalau aku ikut perpisahan, aku tidak bisa ikut pendaftaran sbmptn. akhirnya aku memilih untuk tidak ikut.

kenapa aku tidak ikut sbmptn? padahal peluang aku bisa diterima sangat besar. karena aku harus membantu perekonomian keluargaku yang sedang kesulitan. kalau aku tetap ingin sekolah, biaya dari mana, sedangkan aku harus membantu keluargaku. akhirnya aku menyerah sebelum bertarung. aku memilih untuk tidak ikut sbmptn.

didalam pikiranku “gimana caranya aku bisa sekolah dengan biayaku sendiri, tapi aku masih bisa membantu keluarga” jawabannya adalah aku harus bekerja.

setelah aku lulus sma, hampir 4bulan aku di rumah belum mendapatkan pekerjaan. itu karena aku menunggu ijasahku keluar. selama 4bulan itu aku masih tetep ingin mencari sekolahan dengan biaya murah tapi di jurusan keperawatan. memang aku sangat senang dengan kehidupan perawat (walaupun mamaku seorang perawat).

aku dan mamaku mencari sekolahan akper di wilayah cikarang, tau sendiri kan dari bekasi ke cikarang jauhnya seperti apa. disana tetap dengan biaya yang sangat tinggi untuk masuknya. lanjut lagi aku ke wilayah tambun, dan tetap dengan biaya tinggi. akhirnya aku dan mamaku ke wilayah pondok gede, memang disitu biaya sangat terjangkau dengan ekonomiku, tapi aku tidak kuat kalau harus pesantren selama sekolah.

setelah seharian aku dan mamaku berkeliling, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja saja. selama bekerja aku harus menabung untuk bisa masuk akper yang aku mau.

aku sempat mendaftar menjadi CPNS untuk lulusan SMA. kenapa aku bisa ikut tes CPNS? karena orang tuaku ingin anaknya jadi PNS yang gajinya sudah terjangkau, tapi aku tidak ingin bekerja dengan penghasilan besar yang harus terjun di dunia pemerintahan. aku sempat menolak untuk mendaftar, tapi aku paksakan ikut tes tersebut.

ketika tes CPNS tiba, aku dengan pedenya mengisi soal-soalnya dengan cepat. ehhh….. akhirnya aku lolos tesnya dengan nilai pas-pas’an sihhh. memang dari awal aku tidak ada niatnya mau terjun dalam pemerintahan. pengumuman yang lolos pun tiba, akhirnya aku tidak diterima. tapi kenapa aku sangat bersyukur tidak diterima, sedangkan orang lain ingin sekali bisa masuk PNS.. itulah aku.

lanjut….. ==>>

 

hidup dalam bekerja part 1

bekerja adalah kebutuhan, keperluan, tanggung jawab kita beranjak dewasa didunia ini. bayangkan ketika kita tidak bisa bekerja, biaya hidup kita siapa yang mau tanggung. beranjak dewasa dimana kita ingin sekali bekerja ditempat yang terjamin baik finansial maupun fisik kita. tapi ada loh ditempat kerja kita harus bersaing dengan cara baik ada juga saling menghina satu sama lain. rata-rata kita semua ingin bekerja dengan gaji yang sangat baik dan berkerjanya santai. ada juga ia bekerja dari subuh hingga magrib non stop dengan penghasilan yang jauh sekali dibilang cukup, tapi ia bekerja dengan ikhlas demi keluarganya.

disisi lain hidup ini tidak seimbang, tidak adil dan tidak masuk akal dengan logika kita. kenapa seperti itu??? di kehidupan orang yang hidup didalam keluarga serba kecukupan pasti anaknya bekerja ditempat yang lebih dari cukup. kenapa??? karena mereka disekolahkan hingga sarjana ataupun doktor dengan biaya yang sangat mahal. jadi orang yang hidup dikeluarga berkecukupan pasti anak cucu nya lebih dari berkecukupan.

sedangkan dikehidupan yang sangat kekurangan, ia tidak bisa bersekolah SMP bahkan SD. ia harus mencari uang sendiri di umur yang tidak pantas untuk bekerja. ia masih kecil saja sudah berpikir dewasa, harus memikirkan ia makan apa hari ini? besok apakah ia masih bisa hidup didunia ini? besok apakah ada rezeki yang lebih untuk keluarganya?. itulah yang dipikirkan mereka. mereka sudah tau masa depannya seperti apa, pasti masa depannya seperti kedua orang tuanya. ia ingin bercita-cita seperti orang lain yang hidup serba kecukupan, tapi itu sangat mustahil. memang itu sangat mustahil, kenapa?? ia mempunyai otak yang sangat pintar, rajin sekali, taat pada allah mereka, tapi ia terjun ke dunia luar akan kalah dengan orang yang tidak pintar, malas bahkan tidak pernah ingat dengan allah mereka, kenapa??? karena mereka mempunyai uang, uang bisa membeli segalanya di dunia ini, sedangkan ia tidak mempunyai biaya untuk itu semua. itulah yang dinamakan tidak adil.

aku juga merasakan itu semua, yang susah mencari pekerjaan hanya dengan lulusan SMA. aku harus menunggu 2-3bulan bisa diterima dikantor.

pemeran dalam stereo_net

     STEREO

stereo merupakan serial tv dengan konsep drama musical yang menceritakan tentang grup vokal yang didirikan oleh coach aziz ( indra aziz) di royal university yang bertujuan untuk memenangkan super choir. menuju super choir, stereo mengalami masalah seperti percintaan, sosial, bahkan kekurangan peserta. ingin tau kelanjutan ceritanya tonton stereo yang ditayangkan di NET TV setiap hari minggu jam 18.00.

pemeran dalam stereo adalah :

digo (pradikta wicaksono) ini berperan sebagai kapten basket di royal university yang menyukai dara, ia masuk ke grup vokal hanya ingin lebih dekat dengan dara.

dara (tajana saphira) berperan sebagai presiden mahasiswa di royal university, ia diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S2 nya dengan syarat harus menang di super choir

11242128_1633696953542709_1061148922_n   11325685_1652728961625398_523401636_n    11350662_1584572065140427_1703486400_n   11283312_1107885495905229_138721863_n

11335130_395607697292654_1076108684_n11330617_884551671603162_980214063_nmereka berdua sangat romantis setiap adegan-adegan di stereo. rata-rata orang ingin menonton stereo hanya ingin liat adegan mereka berdua aja lohh, termasuk aku, hehehe…

memang dengan karakter digo yang selenge’an alias menjengkelkan di mata dara, tapi itu semua dia lakukan untuk dara. di episode tersebut digo menyatakan cinta kepada dara, tapi sampai saat ini dara masih menggantungkan digo lohhh, “kasiann”.

lanjut…

alex (vidi aldiano) berperan sebagai mahasiswa di royal university yang bersahabat dengan dara dan diva semasa sekolahnya, tapi sejak alex berpacaran dengan diva, persahabatan mereka menjadi musuh antara diva dengan dara. disebabkan oleh……. (nonton terus aja supaya tau ya).

diva (angel pieters) berperan sebagai mahasiswa di royal university yang sangat populer dengan kecantikan dan kekayaannya. tapi diva musuh bebuyutan dengan dara. setiap bertemu dengan dara, dia berdua pasti bertengar.

11333368_806088482823878_1919596714_n diva dengan alex sudah berpacaran lebih dari 2thn, tapi dengan sikap diva yang sangat protektif dengan alex. mereka selalu bertengkar dalam masalahnya.

juwita (priskila shafia) berperan sebagai mahasiswa di royal university dengan beasiswanya, ia adalah anak dari ibu kantin yang berjualan gado-dago di universitasnya. juwita sangat suka dengan alex, walaupun ia tau kalau alex sudah berpacaran dengan diva.

11359004_1422407314748648_1654809595_n.

mau tau kelanjuttan ceritanya???

jangan lupa nonton terus di NET TV setiap hari minggu jam 18.00

bye..byee